News  

Bupati Takalar di Harapkan Segera Umumkan Pemenang Pengelolaan Tambak Sanrobone Demi Genjot PAD

Takalar—-Sulsel,(Suaraharapan.News) Proses lelang pengelolaan tambak milik pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar kini menjadi sorotan para peserta. Salah seorang peserta lelang, Daeng Ramma, secara terbuka meminta Bupati Takalar untuk segera mengumumkan pemenang lelang pengelolaan tambak yang berlokasi di Kecamatan Sanrobone. Permintaan ini didorong oleh urgensi untuk segera mengoptimalkan potensi aset daerah yang saat ini masih tertahan proses administrasi.

Tahapan penawaran dalam proses lelang tersebut diketahui telah selesai dilaksanakan. Namun, hingga saat ini, pihak panitia di Dinas Perikanan dan Kelautan belum juga menerbitkan keputusan resmi mengenai siapa pihak yang berhak mengelola lahan strategis tersebut. Keterlambatan pengumuman ini dinilai membuat aset tambak menjadi tidak produktif dan menunda perputaran ekonomi yang seharusnya sudah bisa berjalan di wilayah pesisir Takalar.

“Kami meminta dan sangat berharap agar Bapak Bupati Takalar dapat mengambil langkah cepat untuk segera mengumumkan pemenang lelang ini. Semakin cepat pengelola yang sah ditetapkan, semakin cepat pula tambak di Sanrobone ini beroperasi secara maksimal, yang pada ujungnya akan sangat signifikan dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Takalar,” tegas Daeng Ramma.

Tambak yang terletak di Kecamatan Sanrobone memang dikenal memiliki potensi sektor perikanan yang sangat menjanjikan, khususnya untuk budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi. Jika dibiarkan terbengkalai terlalu lama akibat proses birokrasi yang berlarut-larut, pemerintah daerah dinilai akan merugi karena kehilangan momentum pemasukan yang seharusnya bisa segera dialokasikan untuk membiayai program pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Daeng Ramma juga menekankan bahwa para peserta lelang pada dasarnya sangat menjunjung tinggi transparansi dan profesionalisme panitia. Mereka siap mendukung siapa pun yang ditetapkan sebagai pemenang oleh instansi terkait, asalkan prosesnya berjalan adil dan cepat. Kepastian dari pemerintah sangat dibutuhkan agar pengelola yang terpilih nantinya dapat segera menyusun rencana kerja dan memfokuskan sumber daya pada pencapaian target produksi perikanan.

Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Kabupaten Takalar. Masyarakat setempat dan para pelaku usaha budidaya perikanan menanti ketegasan Bupati Takalar beserta jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menuntaskan tahapan akhir lelang ini. Dengan beroperasinya tambak di Sanrobone secara optimal, diharapkan langkah ini tidak hanya sekadar mendongkrak angka PAD, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.(Tang)