News  

Bupati Daeng Manye Serahkan Pompa Air dan Sembako untuk Warga Palleko Takalar

Takalar—-Sulsel,(Suaraharapan.News)  Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyerahkan bantuan berupa pompa air untuk petani dan bingkisan sembako kepada warga.

Bantuan diserahkan dalam kegiatan Safari Jumat di Masjid At Taubah, Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026).

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun - Suara Harapan newsDirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun - Suara Harapan news

Lokasi Masjid At Taubah tersebut berjarak sekitar 100 meter dari Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Parapunganta.

Dalam kegiatan tersebut, Daeng Manye menyerahkan bantuan pompa air yang ditujukan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Selain itu, bingkisan sembako juga diberikan kepada sejumlah warga.

Daeng Manye didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Takalar Parawangsa.

Turut hadir mantan Ketua DPRD Takalar periode 2014-2019 Muh Jabir Bonto dan Kepala UPT SDN Bontorita, Imran.

Daeng Manye mengatakan, kegiatan Safari Jumat menjadi salah satu cara pemerintah daerah berkomunikasi langsung dengan masyarakat.


Ia menyebut setiap Jumat dirinya berkeliling ke masjid-masjid di berbagai desa dan kampung untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar aspirasi warga.

“Masjid adalah tempat bersatunya umat. Di zaman Nabi Muhammad SAW, masjid atau Baitullah bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan mempererat silaturahmi,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, pertemuan dengan masyarakat menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah menyampaikan kondisi pembangunan Takalar.

Daeng Manye mengatakan pembangunan infrastruktur di Takalar masih membutuhkan perhatian, mulai dari jalan, fasilitas pendidikan hingga wilayah kepulauan.

Namun, kondisi tersebut dihadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Ia menyebut transfer keuangan untuk Kabupaten Takalar mengalami pemotongan hingga Rp160 miliar pada tahun ini.

“Pemotongan anggaran ini tentu menjadi tantangan berat bagi kami dalam mengelola dan membangun daerah yang dihuni sekitar 330.000 jiwa ini,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Daeng Manye mengatakan Pemkab Takalar tetap berupaya mendatangkan program dari pemerintah pusat maupun investor.

Salah satunya melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang disebut akan dibangun di wilayah Takalar.

“Berencana membangun PLTS terbesar di Indonesia seluas kurang lebih 500 hektare, serta PLTS terapung seluas 100 hektare di Bendungan Pamukkulu,” katanya.

Menurut Daeng Manye, proyek tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia juga menyinggung keberadaan Sekolah Rakyat di Takalar yang menurutnya menjadi salah satu program yang berhasil diperjuangkan pemerintah daerah.

Daeng Manye mengatakan Takalar menyiapkan lahan Pemda seluas 5 hektare untuk mendukung program tersebut.

Dalam bidang pendidikan, ia juga menyampaikan capaian prestasi siswa Takalar di tingkat nasional.

Ia menyebut salah satu prestasi tersebut diraih siswa SMAN 1 Takalar yang meraih Juara 3 Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang Sains.(Tang)