Takalar—-Sulsel,(Suaraharapan.News) Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye membuka Pelatihan Probity Audit bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) lingkup Inspektorat Daerah Kabupaten Takalar.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara (Diklat PKN) Gowa, Jalan H. M Yasin Limpo No.59, Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026).
Pelatihan diikuti 30 peserta yang seluruhnya merupakan pejabat fungsional auditor pada Inspektorat Daerah Kabupaten Takalar.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 September 2026.
Turut hadir Kepala Balai Diklat PKN Gowa Surya Kusuma Wisnuwardhana, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Rusli, serta Kabag Forkopimda Amran Torada.
Dalam sambutannya, Daeng Manye mengatakan fungsi pengawasan harus terus ditingkatkan seiring perubahan dalam pemerintahan.
“Auditor ini, fungsi pengawasan ini selalu ada dalam organisasi. Kita bekerja ada target dan sebagainya, itu harus ada pengawasan di dalamnya,” kata Daeng Manye.
Menurutnya, perubahan kebijakan dan tata kelola pemerintahan membuat auditor harus terus memperbarui pengetahuan dan kompetensinya.
Ia mengatakan pelatihan probity audit menjadi salah satu upaya mengikuti perkembangan dalam proses pengadaan dan pengawasan pemerintahan.
“Sehingga teman-teman yang berjibaku di dunia pengawasan ini, auditor ini, harus improve,” ujarnya.
Daeng Manye juga menekankan posisi Inspektorat sebagai mata dan telinga kepala daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Ia menyebut auditor juga menjadi tempat berdiskusi mengenai berbagai persoalan pemerintahan, termasuk pengelolaan BOS, BOK, Dana Desa hingga proses pengadaan.
“Menjadikan auditor ini, Inspektorat ini, mata dan telinga. Sekaligus juga tempat saya diskusi tentang kebijakan-kebijakan,” katanya.
Daeng Manye berharap peningkatan kompetensi auditor dapat membantu pemerintah daerah memastikan program berjalan efektif, efisien dan ekonomis.
Ia juga menargetkan temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Takalar dapat terus berkurang setiap tahun.
“Karena saya ingin juga bahwa setiap tahun ketika kita diaudit sama BPK itu berkurang terus finding atau temuan-temuan. Jangan ada temuan berulang,” ujarnya.
Menurut Daeng Manye, pelaksanaan program pemerintah tidak cukup hanya selesai secara administratif.
Ia menekankan setiap program harus memiliki output, outcome dan memberikan dampak atau manfaat bagi masyarakat.
“Tidak hanya ‘Eh, proyeknya jadi, selesai’. Manfaatnya?” kata Daeng Manye.
Ia mencontohkan pembangunan fasilitas yang telah selesai tetapi tidak digunakan atau tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.
Daeng Manye mengatakan proses perencanaan hingga pelaksanaan program harus memiliki keterkaitan dengan visi dan misi pembangunan daerah.
Ia juga mendorong pengawasan program pemerintahan Takalar semakin terintegrasi dengan teknologi digital.
Menurutnya, sistem tersebut nantinya dapat membantu memantau program, progres pekerjaan, proses pembayaran hingga pelaksanaan pengadaan secara lebih mudah.
“Saya pengin di kantor ini, di seluruh Takalar ini, itu semua berbasis IT,” ujarnya.
Daeng Manye berharap sistem digital tersebut dapat memberikan akses pemantauan yang lebih cepat terhadap progres program setiap organisasi perangkat daerah.
Ia mengatakan auditor juga nantinya dapat memanfaatkan sistem tersebut untuk melakukan pemantauan terhadap program pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Rusli mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas auditor dalam menjalankan tugas pengawasan.
Menurut Rusli, pelatihan dilaksanakan selama lima hari, mulai 21 hingga 25 September 2026, dengan peserta sebanyak 24 pejabat fungsional auditor.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengawasan internal agar semakin optimal dalam mengawal program dan kegiatan pemerintah daerah.
Pada akhir kegiatan pembukaan, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyerahkan cenderamata berupa plakat kepada Kepala Balai Diklat PKN Gowa Surya Kusuma Wisnuwardhana.
Daeng Manye juga mengajak para peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan setelah kembali menjalankan tugas di Takalar.(Tang)









