Takalar—-Sulsel,(Suaraharapan.News) Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Falaq dan kebutuhan pekuburan Desa Banyuanyara.
Masing-masing bantuan uang sebesar Rp10 juta untuk Masjid Nurul Falaq dan timbunan sebanyak 100 mobil guna mendukung kebutuhan pekuburan Desa Banyuanyara.
Daeng Manye menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Banyuanyara Subair dalam kegiatan Safari Jumat di Masjid Nurul Falaq, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (18/9/2026).
Penyerhan bantuan disaksikan Kabag Kesra Takalar Sudirman dan Camat Sanrobone Irham L.
Safari Jumat tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah menerima berbagai aspirasi masyarakat Desa Banyuanyara.
Sejumlah persoalan yang disampaikan berkaitan dengan bantuan sosial, ketahanan pangan, LPG 3 kilogram, irigasi, jalan, jembatan, kelautan hingga pengembangan UMKM.
Dalam sambutannya, Daeng Manye mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan potensi yang dimiliki masyarakat Takalar.
Menurutnya, berbagai potensi daerah perlu dikembangkan agar masyarakat tidak terhambat oleh keterbatasan yang ada.
“Sekarang ini kami juga sedang mendorong perikanan. Sehingga masyarakat kita ini jangan terhambat dengan keterbatasan,” kata Daeng Manye.
Ia menyebut sektor perikanan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Daeng Manye juga menyinggung pentingnya inovasi dalam mengembangkan potensi lokal.
Ia mencontohkan pemanfaatan hasil perikanan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Masih banyak potensi daerah yang harus dikembangkan,” ujarnya.
Menurut Daeng Manye, pengembangan potensi daerah harus berjalan bersama dengan penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat.
Karena itu, aspirasi terkait irigasi, jalan, jembatan, kelautan, UMKM dan kebutuhan hunian menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Sebenarnya ini yang sudah disampaikan terkait ada pertanyaan terkait irigasi, terkait kelautan, terkait UMKM, rumah hunian, dan masalah jalan, jalan, jembatan,” tuturnya.
Ia meminta aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti secara khusus oleh perangkat daerah terkait.
Dalam kesempatan itu, Daeng Manye juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam mendorong lahirnya inovasi dari generasi muda.
Ia mencontohkan sejumlah prestasi pelajar yang menurutnya menunjukkan potensi anak-anak daerah untuk menghasilkan inovasi.
Daeng Manye kemudian mengaitkannya dengan potensi sumber daya lokal yang dimiliki Takalar.
Menurutnya, potensi tersebut perlu terus didorong agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Safari Jumat di Masjid Nurul Falaq juga diisi dengan penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan pendataan penerima bantuan pemerintah.
Masyarakat meminta agar proses pendataan penerima bantuan melibatkan pemerintah desa karena aparat desa dinilai lebih mengetahui kondisi warganya. (Tang)









