News  

Daeng Manye Dorong PLTS Skala Besar Dibangun di Takalar, Laikang dan Cikoang Masuk Kajian

Takalar—-Sulsel,(Suaraharapan.News)  Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mendorong agar rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar diarahkan ke Kabupaten Takalar. Wilayah Laikang dan Cikoang, Kecamatan Laikang, menjadi lokasi yang dibahas dalam pertemuan pemerintah daerah dengan PLN dan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I).

Pertemuan berlangsung di Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu, (19/09/2026), sekitar pukul 14.00 WITA.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun - Suara Harapan newsDirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun - Suara Harapan news

Daeng Manye hadir bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Ikbal serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Takalar, Irwan Rachman.

Pertemuan itu juga dihadiri Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Barat atau UID Sulselrabar, Edyansyah.

Rencana PLTS tersebut belum sampai pada tahap pembangunan. PLN masih akan melakukan kajian terhadap sejumlah aspek, antara lain potensi lahan, kesiapan sistem kelistrikan, aspek teknis, hingga kebutuhan perizinan.

Daeng Manye mengatakan pemerintah daerah ingin potensi wilayah Takalar masuk dalam pembahasan pengembangan energi baru terbarukan.

“Kita ingin Takalar tidak hanya menjadi lokasi, tetapi menjadi bagian penting dari pembangunan energi baru terbarukan. Karena itu, kita perjuangkan agar rencana pembangunan PLTS skala besar ini ditempatkan di Laikang dan Cikoang,” ujar Daeng Manye.

Menurut dia, ketersediaan lahan menjadi salah satu pertimbangan yang mendorong pemerintah daerah mengusulkan dua wilayah tersebut.

“Potensi lahannya ada, dan kami siap mengawal dari sisi pemerintah daerah agar prosesnya bisa berjalan. Kita ingin proyek strategis seperti ini memberikan manfaat bagi Takalar sekaligus mendukung kebutuhan energi ke depan,” katanya.

Dari sisi PLN, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian awal. Edyansyah mengatakan pihaknya perlu melihat kelayakan proyek dari berbagai aspek sebelum menentukan tahapan selanjutnya.

“Rencana pembangunan PLTS di Takalar akan kami kaji secara menyeluruh, termasuk potensi lahannya dan kesiapan sistem kelistrikan. Pertemuan ini menjadi bagian dari pembahasan awal untuk melihat bagaimana rencana tersebut dapat dikembangkan di Laikang dan Cikoang,” kata Edyansyah.

Pembahasan bersama PLN dan PTPN I mencakup potensi lahan, kesiapan jaringan listrik, kebutuhan teknis, serta aspek perizinan.

Pemerintah Kabupaten Takalar berharap kajian tersebut dapat memberikan gambaran mengenai peluang pembangunan PLTS di Laikang dan Cikoang. Jika hasil kajian mendukung dan seluruh persyaratan terpenuhi, proyek itu berpotensi menjadi salah satu investasi energi berskala besar di Takalar.

Daeng Manye mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PLN dan PTPN I selama proses tersebut berlangsung.

“Kami tidak ingin hanya menunggu keputusan. Pemerintah daerah akan mengawal komunikasi dengan PLN dan PTPN I, supaya potensi Takalar benar-benar bisa masuk dalam perencanaan proyek ini,” ujar Daeng Manye.(Tang)