News  

Unhas Jajaki Pembangunan Pusat Maritim di Cikoang Takalar, Bupati Daeng Manye: Kami Dukung Penuh

Takalar—-Sulsel,(Suaraharapan.News)   Kawasan Cikoang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dijajaki menjadi lokasi Pusat Maritim Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kawasan Cikoang adalah sebuah wilayah perkampungan pesisir dan Desa Cikoang di Kecamatan Laikang, Takalar, yang terkenal sebagai pusat kebudayaan Islam tradisional dan tradisi Maudu Lompoa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun - Suara Harapan newsDirgahayu Republik Indonesia ke 81 Tahun - Suara Harapan news

Lokasinya berjarak sekitar 15 km dari ibu kota Kabupaten Takalar dan 52 km dari Kota Makassar.

Mata pencaharian penduduknya yakni nelayan, petani tambak, penggaram, dan bercocok tanam.

Rencana Kawasan Cikoang jadi Pusat Maritim Universitas mencakup pengembangan galangan kapal, kapal fiber dan kapal tradisional hingga sektor perikanan, tambak garam, pertanian, peternakan, serta energi terbarukan.

Penjajakan Pusat Maritim Unhas itu dibahas saat Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa meninjau kawasan tambak garam di Dusun Jonggoa, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Minggu (27/9/2026).

Turut hadir Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof Dr Eng Ir Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., jajaran pimpinan Unhas dan Pemkab Takalar.

Pada kesempatan tersebut, Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, pembangunan Pusat Maritim Unhas di Cikoang masih dalam tahap penjajakan.

“Hari ini, pagi ini tanggal 27 September 2026, saya bersama Pak Bupati Takalar dan segenap pimpinan lainnya menjadi saksi adanya niatan kami untuk membangun suatu pusat maritim Unhas di kawasan Cikoang ini,” kata Jamaluddin.

“Memang masih penjajakan, tapi mudah-mudahan hari ini menjadi sejarah,” lanjutnya.

Prof Jamaluddin mengatakan, Pusat Maritim Unhas nantinya tidak hanya berfokus pada pembangunan galangan kapal modern.

Kawasan tersebut juga diarahkan untuk pengembangan kapal fiber dan kapal tradisional.

“Kita akan bangun bukan hanya galangan kapal yang modern, tapi juga mungkin penguatan kapal-kapal fiber, kapal-kapal tradisional untuk membuktikan bahwa memang nenek moyang kita itu adalah pelaut,” ujarnya.

Pengembangan kawasan juga dirancang terintegrasi dengan sejumlah sektor lain.

Diantaranya pengembangan tambak secara intensif, pengolahan garam tradisional dengan teknologi tinggi, serta pemanfaatan energi surya dan angin.


“Berbagai macam peluang termasuk barangkali akan terintegrasi dengan kawasan pertanian dan juga peternakan sehingga menjadi agropolitan sekalian,” kata Jamaluddin.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Jamaluddin berharap adanya dukungan Pemkab Takalar dan masyarakat Cikoang, termasuk terkait kebutuhan lahan.

“Mudah-mudahan Pak Bupati dan masyarakat Kabupaten Takalar, khususnya di kawasan Cikoang, bisa memberi dukungan termasuk menghibahkan dalam tanda kutip ya, membantu untuk lahan-lahan ini kita bisa eksekusi sama-sama sesuai dengan aspek kewajaran di dalam pemanfaatan lahan,” jelasnya.

Firdaus Daeng Manye menyambut baik rencana pengembangan Pusat Maritim Unhas di Cikoang.

Ia menyebut kawasan tersebut memiliki posisi geografis yang strategis untuk pengembangan kemaritiman.

“Terima kasih Pak Rektor, terima kasih Unhas yang memilih lokasi ini menjadi alternatif utama pemilihan lokasi untuk pengembangan kemaritiman,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, Unhas memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan dan kemaritiman di kawasan Indonesia Timur.

“Unhas sebagai ikon kampus maritim di Indonesia Timur ini mudah-mudahan ini menjadi kenyataan,” ujarnya.

Daeng Manye menegaskan Pemkab Takalar siap mendukung rencana tersebut.

“Saya selaku Bupati, selaku pemerintah daerah sangat mendukung dan sangat berterima kasih kepada Pak Rektor dan Unhas atas pemilihan tempat ini,” imbuhnya.

Ia berharap pengembangan Pusat Maritim Unhas dapat mendorong pemanfaatan potensi Cikoang, khususnya sektor kemaritiman dan sektor pendukung lainnya.

Selain perikanan dan tambak garam, kawasan tersebut memiliki peluang pengembangan pertanian, peternakan, serta energi terbarukan. (Tang)